Cerita Inspirasi

Nama   : Revi Rosdiana

NRP      : GI4100108

Laskar  : 09

 

Inspirasi dari Seorang Tokoh

Saya terinspirasi dengan salah satu tokoh pahlawan wanita negeri ini yaitu R.A Kartini. Mudah-mudahan tidak hanya saya yang terinspirasi dengan beliau tetapi juga seluruh wanita Indonesia agar termotivasi untuk terus berkarya untuk negeri. Beliau adalah pelopor kebangkitan kaum hawa negeri ini yang kita kenal falsafahnya dengan “Emansipasi Wanita”. Kontribusinya sungguh besar.

Lewat beliau Alloh SWT memberikan sebuah tempat bagi wanita di Indonesia ini. Wanita tidak lagi hanya duduk berdiam diri, mengurus anak serta rumah tangga , seperti mencuci, memasak beres-beres, tapi bisa berkarya dan bercarier memberikan yang terbaik untuk kemajuan pembangunan negeri ini. Berbagai profesi yangt selama ini dikira hanya untuk laki-laki, sekarang wanita pun bisa bekerja dibidang itu.

Beliau juga menginspirasi saya dan wanita Indonesia ini untuk tidak menjadi makhluk yang lemah, dan bisa menerima apa saja perlakuan yang tidak manusiawi.

Beliau juga memotivasi saya dan wanita Indonesia lainnya untuk mengerahkan segala kemampuan kita mengolah Sumber Daya Manusia untuk bisa mengolah Sumber Daya Alam. Bahkan, tidak jarang sekarang ini posisi wanita sejajar dengan laki-laki, dalam pekerjaan dan lain sebagainnya, bahkan tidak jarang pula wanita-wanita yang bisa menduduki posisi lebih tinggi dari laki-laki.

Tapi semua kembali pada kodrat yang telah digariskan oleh Alloh SWT. Wanita memiliki kewajiban mengurus keluarga yang ia bentuk. Sesibuk apapun ia, sebagai wanita yang terinspirasi dengan R.A. Kartini tetap harus menyempatkan diri berkumpul dengan keluarga, menyelesaikan berbagai masalah dikeluarga dan sebagainya.

Hal seperti itupun adalah sumbangan besar bagi negeri , karena peran seorang ibu dalam keluarga adalah membangun jiwa-jiwa berbangsa dan bernegara tinggi dalam diri anak-anaknya dengan mendidik anak-anaknya berdisiplin, rajin sekolah, mentaati peraturan, bekerja sama, dan lain-lain.

Dan mulai sekarang, wanita tidak semestinya lagi dianggap lemah dan remeh, karena sumbangan bagi negeri yang ia berikan juga cukup besar. 

 

Inspirasi dari diri sendiri

Bingung, apa ya..?? mungkin walaupun ini bagi sebagian orang ini adalah hal yang biasa, tapi tidak apa-apa lah. Sejak kecil dari umur 7 atau 8 tahunan, saya sudah tidak lagi bersama orang tua, maaf bukannya karena Broken Home, tapi memang ini adalah salah satu cara kedua orang tua saya mendidik anak-anaknya hidup mandiri. Sejak saat itu saya melakukan semua sendiri. Ternyata cara seperti itu membuat saya menjadi orang yang tidak selalu bergantung pada orang lain. Dan mengajarkan saya menjadi lebih dewasa. Mudah-mudahan walaupun hanya sep[atah dua patah kata, ini bisa menjadi inspirasi bagi semua orang.

Kalau dari prestasi, saya bukanlah orang yang memiliki segudang prestasi, memiliki piala-piala yang berjejer di rumah, tapi prestasi yang kecil-kecil ada lah.

Misalnya, pernah menang lomba PBBAB, lomba baris berbaris seperti itu lah, dan itu dari ekstrakulikuler Pramuka, Pernah menang lomba Pidato, terus apalagi ya..??? paling juara-juara kelas saja. Kalau mengikuti lomba-lomba, alhamdulilah tidak jarang-jarang sekali, seperti Lomba-lomba baca puisi, baca dongeng, Cerdas Cermat, tapi tidak sampai menang.

Suatu ketika saya pun pernah ikut Sebuah ajang yang menurut saya bergengsi yaitu LCT alias Lomba Cepat Tepat, tapi itupun masih dalam tingkat antar sekolah. Dan masih belum diberi kesempatan untuk berada dalam posisi menang.

Mungkin itu saja, walaupun sedikit mudah-mudahan bias menjadi Inspirasi, mohon maaf apabila ceritanya memang tidak karu-karuan.

Comments